Sedikitnya sepuluh orang tewas dan puluhan luka setelah demonstran bentrok dengan polisi di Ibu Kota Dhaka, Bangladesh dan di kota pelabuhan Chittagong, sejak dua hari lalu.

Dikutip dari laman Deutsche Welle, Sabtu (27/3), demonstran turun ke jalan untuk menentang kedatangan Perdana Menteri India nerendra modi yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Bangladesh ke-50. Massa menyebut Modi sebagai pemimpin kubu garis keras Hindu menyerukan kebencian dan kekerasan terhadap muslim India.

Seorang polisi mengatakan kepada Reuters, delapan orang dirawat di rumah sakit akibat luka tembak.

Media menyebut empat dari korban luka adalah anggota kelompok Islamis.

Sejumlah media sosial seperti facebook dan aplikasi pesan singkat lainnya tak bisa diakses di sejumlah wilayah di Bangladesh. Para aktivis biasanya menyerukan demo lewat media sosial dan aplikasi pesan singkat.

Sejumlah saksi mata mengatakan dua kelompok demonstran bentrok di luar masjid utama Dhaka, Baitul Mukarram usai salat Jumat.

Anggota kelompok Islamis Hefazat-e-Islam dilaporkan melemparkan batu ke polisi dan menyerang sejumlah gedung pemerintah, termasuk kantor polisi di Chattogram, kata media lokal.

Jalur kereta juga terputus karena demonstran membakar bangunan kantor di stasiun kereta.

Salah satu stasiun televisi melaporkan sedikitnya 40 orang luka dalam bentrokan, termasuk sejumlah jurnalis.

Kekerasan berlanjut pada Sabtu sore di Brahammanbari yang menyebabkan lima orang meninggal, kata media setempat. Ketika demo berujung rusuh, aparat keamanan melepaskan tembakan untuk membubarkan massa.

Aparat keamanan sejauh ini menolak dimintai keterangan oleh the New York Times.

Modi tiba di Dhaka Jumat lalu dalam rencana kunjungan dua hari untuk ikut merayakan kemerdekaan Bangladesh dari Pakistan.

Pada 1971 India mendukung Bangladesh dalam perang sembilan bulan melawan Pakistan yang menewaskan hampir tiga juta orang. 

By admin

Leave a Reply