Seorang pria Italia akan meninggalkan pulau yang telah dia tinggali selama lebih dari 32 tahun setelah mendapat tekanan dari pihak berwenang. Mauro Morandi (81) pindah ke Budelli di utara Sardinia pada tahun 1989.

Tahun lalu, Morandi mengatakan pemilik pulau, yang dikenal karena pantai pinknya, ingin dia pindah.

“Saya akan pergi dengan harapan di masa depan Budelli akan dijaga seperti saya telah menjaganya selama 32 tahun,” tulisnya di Facebook pada Minggu, dikutip dari BBC, Selasa (27/4).

Kepada BBC Outlook pada 2018, mantan guru pendidikan fisika ini mengatakan dia “selalu sedikit memberontak”.

“Saya cukup muak dengan hal-hal di sekitar masyarakat kita: konsumerisme dan situasi politik di Italia,” kata Morandi.

“Saya memutuskan untuk pindah ke pulau terpencil di Polinesia, jauh dari semua peradaban. Saya ingin memulai hidup baru yang dekat dengan alam.”

Setelah memulai perjalanannya melalui jalur laut, dia dan beberapa temannya mendarat di kepulauan La Maddalena, Italia, di mana mereka berencana untuk bekerja dan menghasilan uang untuk membiayai sisa perjalanan mereka.

Tetapi setelah tiba di Budelli dan bertemu penjaga pulau, yang akan segera pensiun, Morandi memutuskan tinggal – sejak saat itu, dia menjaga pulau itu dan berbicara dengan para turis.

Namun, dia menghadapi sejumlah ancaman pengusiran selama bertahun-tahun.

Pada 2020, Presiden Taman Nasional La Maddalena, Fabrizio Fonnesu, mengatakan kepada CNN, Morandi melakukan perubahan ilegal pondoknya, yang merupakan bekas stasiun radio pada Perang Dunia II.

Sebuah petisi menyerukan pemerintah Italia mengizinkan Morandi tinggal di pulau itu mengumpulkan lebih dari 70.000 tanda tangan.

Tapi pada Minggu, Morandi mengumumkan keputusannya untuk pergi. Kepada koran The Guardian, dia mengatakan akan pindah ke hunian kecil di dekat pulau La Maddalena.

“Hidupku tidak akan berubah banyak, saya masih akan melihat lautan.” 

By admin

Leave a Reply