Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementrian kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan travel ban atau embargo vaksin AstraZeneca yang diproduksi India telah dicabut.

Kini vaksin tersebut bisa kembali didatangkan ke Indonesia setelah sempat mengalami kendala akibat embargo tersebut.

“Tentang travel ban (embargo) terkait vaksinasi, berdasarkan lobi Pak Menteri Kesehatan bersama Ibu Menlu dan secara langsung berkomunikasi dengan Dirjen WHO, sampai saat ini sudah kembali ya dirilis travel ban terkait vaksin ini,” kata Nadia saat melakukan konferensi pers secara daring, Jumat (30/4).

Atas pencabutan embargo ini, Nadia menyebut, sebanyak 3,8 juta dosis vaksin AstraZeneca akan kembali didatangkan ke Indonesia pada Mei mendatang.

“Kita harapkan di bulan Mei itu kita akan menerima kurang lebih 3,8 juta vaksin AstraZeneca kembali. Tentunya ini juga merupakan salah satu upaya dalam melakukan pemenuhan vaksin kita,” ucap dia.

Dalam kesempatan itu, Nadia juga mengungkap sejumlah vaksin lain yakni Sinovac dan Sinopharm telah kembali didatangkan ke Indonesia.

“Nah saat ini tadi siang baru saja ya kita menerima Sinovac, Sinopharm, dan sebelumnya kita juga sedang menerima AstraZeneca ya,” kata dia.

Nadia juga memastikan kedatangan vaksin seperti Novavax, AstraZeneca yang dibeli langsung di pabrik, dan Pfizer tak akan mengalami keterlambatan. Vaksin, kata dia, akan tiba sesuai jadwal yang telah direncanakan.

Menurutnya, pemerintah juga akan menambah pembelian vaksin dari Sinovac.

“Selain itu juga Indonesia sedang mengupayakan tambahan vaksin Sinovac sendiri untuk bisa menambah yang tadinya sudah kita pesan 140 juta dosis, kemungkinan kita sedang menegosiasikan untuk menambah jumlah vaksin tersebut,” tuturnya.

Indonesia diketahui bekerja sama dengan empat negara yang memproduksi vaksin yakni Sinovac (China), AstraZeneca (Inggris), Novavax (Amerika-Kanada), dan Pfizer (Jerman).

Pengiriman vaksin AstraZeneca periode Maret dan April diketahui sempat ditunda akibat embargo dari India menyusul lonjakan kasus di negara tersebut.

Sementara sejumlah negara mulai menangguhkan penggunaan Vaksin AstraZeneca setelah ditemukan beberapa KIPI pengentalan darah.

Meski demikian, pemerintah tetap melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca. Kemunculan efek negatif vaksin tersebut dianggap tak signifikan dan masih mampu ditangani dengan pelayanan kesehatan lanjutan. 

By admin

Leave a Reply